Minggu, 31 Desember 2017

Sosialisasi dan Penyuluhan Aku Bangga Aku Tahu (ABAT)

Penyuluhan Aku Bangga Aku Tahu (ABAT) merupakan program dari Kementrian Kesehatan untuk pencegahan HIV/AIDS bagi remaja yang diluncurkan mulai tahun 2013. Dengan adanya penyuluhan ABAT pada sasaran usia 15-24 tahun diharapkan anak remaja memiliki pengetahuan yang benar dan komperhensif tentang HIV AIDS. 



Sosialisasi ABAT bagi remaja di wilayah Puskesmas Mumbulsari dilaksanakan selama dua hari yaitu:
a. Hari Kamis tanggal 16 November 2017 di Puskesmas Mumbulsari dengan sasaran sebanyak 30  siswa siswa SMA Negeri 1 Mumbulsari
b. Hari Sabtu tanggal 18 November 2017 di MA Nurul Qonaah Desa Karang Kedawung dengan sasaran sebanyak 70 siswa siswa MA Nurul Qonaah Desa Karang Kedawung




Acara diawali dengan pretest (test awal) untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa / siswi sebelum diberikan materi penyuluhan ABAT. Setelah itu, penyampaian materi dari narasumber : Moch. Taufiq Hidayat, A.Md. Kep selaku petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Mumbulsari.

Pembentukan Tim Pembina UKS

Pada hari ini Rabu tanggal Dua Puluh Dua Bulan November Tahun Dua Ribu Tujuh Belas dilakukan pertemuan pembentukan Tim Pembina UKS. Kegiatan dibuka oleh dr. Rukhin selaku Kepala Puskemas dan selanjutnya pemaparan materi oleh pemegang program UKS yaitu Mujiati, A.Md. Keb.




Adapun materi yang disampaikan diantaranya adalah 
a. Kebijakan program AUS dan Remaja meliputi latar belakang, kebijakan, dan dasar hokum
b. Trias UKS meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat
c. Pembentukan TP UKS kecamatan (tim pembina) dan TP UKS sekolah (tim pelaksana)



Kegiatan berjalan lancar menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi serta dihadiri sebanyak delapan puluh enam orang. Tim Pembina UKS diteruskan di masing-masing sekolah untuk dijalankan sesuai tugas masing-masing. 

Jumat, 03 November 2017

POSKESTREN

Pemberdayaan masyarakat di Pondol Pesantren merupakan upaya fasilitasi agar warga pondok pesantren mengenal masalah yang dihadapi, merencanakan dan melakukan upaya pemecahannnya dengan memanfaatkan potensi setempat sesuai situasi, kondisi, dan kebutuhan setempat. upaya fasilitasi tersebut diharapkan dapat mengembangkan kemampuan warga pondok pesantren untuk menjadi perintis/pelaku dan pemimpin yang dapat menggerakan masyarakat berdasarkan asas kemandirian dan kebersamaan.

kegiatan yang dilakukan dalam pengelolaan poskestren lebih diutamakan dalam hal pelayanan promotif (peningkatan kesehatan) dan preventif (pencegahan) tanpa mengabaikan aspek kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan) yang dilandasi semangat gotong royong dengan pembinaan oleh puskesmas setempat.

Pada tanggal 11 Oktober 2017 pemegang program promkes, kesling, uks, kespro, dan P2M mendapatkan pelatihan penyuluhan pondok pesantren sehingga pada nantinya kelima pemegang program tersebut dapat memberikan materi kepada pengurus pondok pesantren dan santri husada. 

Rencana tindak lanjut dari kegiatan pada tanggal 11 oktober 2017 adalah mengadakan sosialisasi kepada tiga pondok pesantren yang dihadiri oleh pengurus pondok pesantren dan santriwan dan santriwati pondok pesantren yang dilakukan pada tanggal 24 Oktober 2017





kegiatan selanjutnya setelah dilakukan penyuluhan kepada santri diharapkan para santriwan dan santriwati dapat memberikan materi di pondok masing-masing.  Pada masing-masing pondok dibuat struktur organisasi yang terdiri dari pembina, ketua, sekertaris, bendahara, santri husada, pokja 1 (pelayanan kesehatan), pokja 2 (kesehatan lingkungan), dan pokja 3 (promosi kesehatan)









Senin, 09 Oktober 2017

Sosialisasi Pra-Screening Program UKS

Anak usia sekolah merupakan sasaran strategis untuk pelaksanaan program kesehatan, selain jumlahnya yang besar (25%) di antara jumlah penduduk, mereka juga merupakan sasaran yang mudah dijangkau karena terorganisir dengan baik. Jika melihat data Angka Partisipasi Murni tahun 2012 maka diperkirakan jumlah anak sekolah dasar dan lanjutan mencapai 43 juta jiwa. Diantara anak usia sekolah tersebut terdapat anak dengan disabilitas yang juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan kesehatan. Menurut data Badan Pusat Statistik Nasional tahun 2007, terdapat 8,3 juta jiwa Anak dengan Disabilitas dari total populasi anak di Indonesia (82.840.600 jiwa anak), atau sekitar 10% sedangkan berdasarkan SUSENAS tahun 2014, terdapat 532.130 anak penyandang disabilitas dari keluarga miskin.

Masalah kesehatan yang dialami peserta didik sangat kompleks dan bervariasi. Pada usia sekolah dasar, permasalahan kesehatan peserta didik umumnya berhubungan dengan ketidakseimbangan gizi, kesehatan gigi, kelainan refraksi, kecacingan, dan penyakit menular yang terkait perilaku hidup bersih dan sehat. Pada peserta didik di tingkat lanjutan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Umum (SMU) dan Madrasah Aliyah (MA) SLB (Sekolah Luar Biasa) pada umumnya lebih banyak terkait dengan perilaku berisiko di antaranya kebiasaan merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol dan melakukan hubungan seksual di luar nikah.

Dalam rangka peningkatan kesehatan Anak Usia Sekolah khususnya murid baru di wilayah kerja Puskesmas Mumbulsari, maka melaksanakan penyuluhan tentang skrining / pemeriksaan kesehatan pada murid baru di SMP dan SMA dengan mengundang 1(satu) orang guru UKS yang dilakukan pada dua tahap. Pada tahap pertama hari Sabtu tanggal 16 September 2017 dan tahap kedua pada hari Kamis tanggal 05 Oktober 2017 



Rabu, 20 September 2017

Orientasi Kader

Pada hari ini Rabu tanggal 06 September 2017 pada pukul 12.30, seluruh kader di wilayah Puskesmas Mumbulsari sebanyak 390 kader di tujuh desa berkumpul di Pondok Pesantren Darul Muhlisin KH Muhlis RT 001 RW 001 Sumberkejayan Mayang dalam rangka sosialisasi kader dengan Bupati Kabupaten Jember. 



Pertemuan dibuka oleh Bupati, dilanjutkan oleh sambutan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember yang membahas tentang kebijakan kesehatan di Kabupaten Jember. Selain itu juga dibahas mengenai pengadaan ambulan desa, kenaikan honor kader apabila target MR tercapai 100%, beasiswa pendidikan, penggunaan SPM, dan diakhiri dengan demo cuci tangan.





Kegiatan di bulan Februari tahun 2019

Bulan februari telah tiba beberapa kegiatan yang telah dilakukan diantaranya adalah Rapat lintas Program, Rapat Mutu, Pertemuan PKP, Lokmi...