Jumat, 03 November 2017

POSKESTREN

Pemberdayaan masyarakat di Pondol Pesantren merupakan upaya fasilitasi agar warga pondok pesantren mengenal masalah yang dihadapi, merencanakan dan melakukan upaya pemecahannnya dengan memanfaatkan potensi setempat sesuai situasi, kondisi, dan kebutuhan setempat. upaya fasilitasi tersebut diharapkan dapat mengembangkan kemampuan warga pondok pesantren untuk menjadi perintis/pelaku dan pemimpin yang dapat menggerakan masyarakat berdasarkan asas kemandirian dan kebersamaan.

kegiatan yang dilakukan dalam pengelolaan poskestren lebih diutamakan dalam hal pelayanan promotif (peningkatan kesehatan) dan preventif (pencegahan) tanpa mengabaikan aspek kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan) yang dilandasi semangat gotong royong dengan pembinaan oleh puskesmas setempat.

Pada tanggal 11 Oktober 2017 pemegang program promkes, kesling, uks, kespro, dan P2M mendapatkan pelatihan penyuluhan pondok pesantren sehingga pada nantinya kelima pemegang program tersebut dapat memberikan materi kepada pengurus pondok pesantren dan santri husada. 

Rencana tindak lanjut dari kegiatan pada tanggal 11 oktober 2017 adalah mengadakan sosialisasi kepada tiga pondok pesantren yang dihadiri oleh pengurus pondok pesantren dan santriwan dan santriwati pondok pesantren yang dilakukan pada tanggal 24 Oktober 2017





kegiatan selanjutnya setelah dilakukan penyuluhan kepada santri diharapkan para santriwan dan santriwati dapat memberikan materi di pondok masing-masing.  Pada masing-masing pondok dibuat struktur organisasi yang terdiri dari pembina, ketua, sekertaris, bendahara, santri husada, pokja 1 (pelayanan kesehatan), pokja 2 (kesehatan lingkungan), dan pokja 3 (promosi kesehatan)









Senin, 09 Oktober 2017

Sosialisasi Pra-Screening Program UKS

Anak usia sekolah merupakan sasaran strategis untuk pelaksanaan program kesehatan, selain jumlahnya yang besar (25%) di antara jumlah penduduk, mereka juga merupakan sasaran yang mudah dijangkau karena terorganisir dengan baik. Jika melihat data Angka Partisipasi Murni tahun 2012 maka diperkirakan jumlah anak sekolah dasar dan lanjutan mencapai 43 juta jiwa. Diantara anak usia sekolah tersebut terdapat anak dengan disabilitas yang juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan kesehatan. Menurut data Badan Pusat Statistik Nasional tahun 2007, terdapat 8,3 juta jiwa Anak dengan Disabilitas dari total populasi anak di Indonesia (82.840.600 jiwa anak), atau sekitar 10% sedangkan berdasarkan SUSENAS tahun 2014, terdapat 532.130 anak penyandang disabilitas dari keluarga miskin.

Masalah kesehatan yang dialami peserta didik sangat kompleks dan bervariasi. Pada usia sekolah dasar, permasalahan kesehatan peserta didik umumnya berhubungan dengan ketidakseimbangan gizi, kesehatan gigi, kelainan refraksi, kecacingan, dan penyakit menular yang terkait perilaku hidup bersih dan sehat. Pada peserta didik di tingkat lanjutan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Umum (SMU) dan Madrasah Aliyah (MA) SLB (Sekolah Luar Biasa) pada umumnya lebih banyak terkait dengan perilaku berisiko di antaranya kebiasaan merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol dan melakukan hubungan seksual di luar nikah.

Dalam rangka peningkatan kesehatan Anak Usia Sekolah khususnya murid baru di wilayah kerja Puskesmas Mumbulsari, maka melaksanakan penyuluhan tentang skrining / pemeriksaan kesehatan pada murid baru di SMP dan SMA dengan mengundang 1(satu) orang guru UKS yang dilakukan pada dua tahap. Pada tahap pertama hari Sabtu tanggal 16 September 2017 dan tahap kedua pada hari Kamis tanggal 05 Oktober 2017 



Rabu, 20 September 2017

Orientasi Kader

Pada hari ini Rabu tanggal 06 September 2017 pada pukul 12.30, seluruh kader di wilayah Puskesmas Mumbulsari sebanyak 390 kader di tujuh desa berkumpul di Pondok Pesantren Darul Muhlisin KH Muhlis RT 001 RW 001 Sumberkejayan Mayang dalam rangka sosialisasi kader dengan Bupati Kabupaten Jember. 



Pertemuan dibuka oleh Bupati, dilanjutkan oleh sambutan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember yang membahas tentang kebijakan kesehatan di Kabupaten Jember. Selain itu juga dibahas mengenai pengadaan ambulan desa, kenaikan honor kader apabila target MR tercapai 100%, beasiswa pendidikan, penggunaan SPM, dan diakhiri dengan demo cuci tangan.





Minggu, 27 Agustus 2017

WAKTU PELAYANAN


1.  Loket Pendaftaran, Balai Pengobatan Umum, Balai Pengobatan Gigi, Balai Kesehatan Ibu dan Anak, Laboratorium, Kamar Obat / Apotik
a.  Senin – Kamis       :   07.30 – 12.00 WIB
b.  Jumat                  :   07.30 – 10.00 WIB
c.   Sabtu                  :   07.30 – 11.00 WIB

2.  Imunisasi
a.  Selasa : 07.30 – 12.00 WIB

3.  Ruang Penyakit Menular
a.  TB Paru
        Senin – Kamis       :   07.30 – 12.00 WIB
b.  Kusta
    Senin – Kamis       :   07.30 – 12.00 WIB

4.  UGD, Kamar bersalin, dan Rawat Inap

a.  Senin – Minggu : 24 Jam

Jenis Pelayanan Puskesmas Mumbulsari

1. Loket Pendaftaran

2. Balai Pengobatan Umum


3. Balai Pengobatan Gigi

4. Balai Kesehatan Ibu dan Anak

5. Kamar bersalin

6. Imunisasi

7. Ruang Penyakit Menular

8. Laboratorium

9. Kamar Obat / Apotik

10. UGD

11. Rawat Inap

12. Puskesmas Pembantu (Pustu)
a. Lengkong

b. Karang Kedawung

c. Mumbulsari

d. Suco

e. Tamansari

13. POLINDES
a. Polindes Lampeji I
b. Polindes Lampeji II
c. Polindes Suco

14. PONKESDES
a. Ponkesdes Kawangrejo

15. Posyandu


16. Pusling


Kegiatan di bulan Februari tahun 2019

Bulan februari telah tiba beberapa kegiatan yang telah dilakukan diantaranya adalah Rapat lintas Program, Rapat Mutu, Pertemuan PKP, Lokmi...